Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia

Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia

Diposting pada 27 March 2020 oleh Marcute | Dilihat: 823 kali

Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia

Kain tenun Sintang (Sumber Foto : Fajar Dewa)

Tenun Ikat Sintang – Kabupaten Sintang tak hanya terkenal dengan wisata alam Bukit Kelam. Kabupaten Sintang juga sangat terkenal dengan kerajinan tenun ikatnya yang telah mendunia. Bahkan kain tenun ikat khas kabupaten sintang ini juga telah dikenal di beberapa negara besar seperti Amerika, Belanda, Jerman, Italia serta beberapa negara Eropa lainnya. Kain ini dikenal mempunyai kekhasan dalam motif, kehalusan, dan cara pembuatan yang tetap mempertahankan teknik tradisional. Dalam berbagai lomba kain tenun, kain tenun Sintang kerap menjadi juara. Bahkan dalam sebuah lomba kain tenun se-Provinsi Kalimantan Barat tahun 2016 ini, kain tenun Sintang menyabet juara 1, 2, dan 3 sekaligus.

Kain tenun ikat sintang merupakan jenis kain tenun ikat yang hasilkan oleh masyarakat Dayak dari kalimantan barat tepatnya berasal dari dua daerah kecil dikabupaten sintang yakni Ensaid panjang dan Bukit kelam. Dalam sistem kebudayaan leluhur Dayak, tekstil berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat. Suku Dayak membuat tenunan dengan motif yang indah untuk baju, rok, cawat dan selimut. Terdapat perbedaan dekorasi teksnik dalam pembuatan kain tenun khas suku dayak kabupaten sintang yaitu ikat, sungkit, pilin dan idan.

Sejarah kain Tenun Sintang

Kegiatan menenun pada mulanya merupakan kegiatan sampingan yang dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga dan para gadis selepas bekerja di ladang baik itu setelah menoreh atau bisa juga dilakukan ketika ada waktu senggang. sambil bersantai diruai (bale bambu) mereka berkelompok mengerjakan tenunan mereka masing-masing sambil bersenda gurau.

Untuk diketahui, pada masa lampau suku dayak membuat kain tenun menjadi sakral. Menurut kepercayaan leluhur, dunia dibagi menjadi dua kehidupan yaitu kehidupan atas dan kehidupan bawah. bentuk sakral dari kain tenun bagi masyarakat dayak terdapat pada benang dan motif. Karena kain tenun dianggap sakral, maka kain tenun menjadi pakaian wajib dalam setiap upacara adat masyarakat dayak.

Proses Pembuatan Tenun Sintang

Pembuatan satu kain tenun sintang oleh suku dayak biasanya memakan waktu tiga bulan. dan setelah kain tersebut akan diupacarakan secara adat terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Proses pembuatan kain tenun ikat sintang diawali berupa kapas, kemudian dipintal menjadi benang, benang diwarnai, dan kemudian ditenun menjadi kain. Tak hanya menggunakan teknik tradisional, peralatan tradisional pun tetap dipertahankan. Alat pemintal dan penenun yang mereka pakai sangat sederhana, tidak seperti ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang banyak dipakai di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan tehnik pewarnaan jenis kain tenun ikat Dayak dapat dibagi menjadi dua macam yaitu, tenun ikat menggunakan pewarnaan kimia (bahan kimia) dan tenun ikat menggunakan pewarnaan alami (tumbuh-tumbuhan). Dalam proses pewarnaan kain tenun baisanya seorang penenun suku dayak harus mengenakan kain adat berbentuk tating untuk enghormasti leluhur atau nenek moyang mereka.

Banyak motif tenun ikat yang dibuat masyarakat Dayak. Motif paling banyak dibuat adalah motif geometris. Beberapa motif adalah motif sakral dan disucikan, dimana tidak sembarang orang boleh membuatnya. Hanya orang tua yang sudah banyak berpengalaman yang boleh membuat motif tersebut.

Konon jika terjadi kesalahan dalam membuat motif tersebut dapat mengakibatkan kematian. Motif yang disakralkan biasanya yang menggambarkan mahluk hidup seperti manusia, naga, dan buaya. Dipercaya motif tersebut juga harus diberi “makan”, yakni melakukan ritual khusus dalam proses pembuatannya.

Berdasarkan hasil pengerjaan, kain tenun ikat sintang terbagi menjadi dua jenis yakni kebab dan kumbu. Tenun kebad merpakan jenis kain tenun yang berukuran agak kecil dan hanya dibentuk menjadi busana wanita dan anak-anak. Sedangkan tenun ikat kumbu merupakan kain tenu ikat yang berukuran lebih besar sehingga dapat dibentuk menjadi busana baik pria, wanita maupun anak-anak.

Nilai Ekonomi Tenun Sintang

Kegiatan menenun yang dilakukan oleh kaum wanita Dayak ini sangat berguna dalam menunjang perekonomian keluarga. Padahal sebelumnya kegiatan menenun ini sempat hampir punah. Adalah seorang Pastur Belanda bernama Jacques Maessen yang mempunyai andil besar dalam pelestarian tenun ikat Dayak ini. Selama 30 tahun beliau mengajak masyarakat Dayak untuk kembali menenun. Kemudian membentuk sebuah koperasi Jasa Menenun Mandiri yang menjadi usaha bersama dalam penyediaan bahan hingga penjualan hasil tenunan. Tidak hanya itu, Koperasi ini juga mempunyai kegiatan pelestarian menenun pada generasi muda. Kini terdapat sekitar 400 wanita Dayak yang menenun.

Koperasi ini menempati sebuah bangunan kayu dengan gaya arsitektur khas nan unik. Bangunan ini juga difungsikan sebagai galeri tenun dan kerajinan khas yang juga menjadi salah satu tujuan wisata wajib di Sintang.

Di galeri ini Anda dapat menemui banyak ragam dari produk kerajinan tenun ikat dan kerajinan khas Sintang lainnya seperti manik-manik, anyaman, dan mandau. Tenun ikat yang dijual juga beragam ukuran dan jenis. Harganya juga tak terlampau mahal, dari sekitar Rp. 25.000 untuk slayer hingga Rp. 3 juta untuk kain panjang.

Bagikan informasi tentang Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk Mengenal Tenun Ikat Sintang Kerajinan Tenun Khas Kalimantan Barat yang Telah Mendunia

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 17%
Pesan Langsung
Kain Tenun Blanket Toraja – BK 008

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Blanket Toraja BK 008 Rp 120.000 Rp 145.000
Ready Stock / BK 008
Rp 120.000 Rp 145.000
Ready Stock / BK 008
OFF 24%
Pesan Langsung
Kain Tenun Baron 1 Dimensi BR-012

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Kain tenun baron 1 dimensi BR 012 Rp 140.000 Rp 185.000
Ready Stock / BR 012
Rp 140.000 Rp 185.000
Ready Stock / BR 012
OFF 18%
Pesan Langsung
Kain Tenun Endek Bali – ED 010

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Endek Bali ED 010 Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 010
Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 010
SIDEBAR