# Menyediakan Aneka Kain Ikat Khas Kota Jepara Mulai Dari Tenun Baron, Tenun Troso, Tenun Blanket, Tenun Lurik Dan Masih Banyak Lagi # Jaminan Bahan Dasar Tenun berkualitas Premium, Elegant Namun tetap memiliki harga yang terjangkau.
Beranda » Artikel Terbaru » Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa

Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa

Diposting pada 20 May 2018 oleh Marcute | Dilihat: 353 kali

Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa

Perkembangan kain tenun di Indonesia tidak lepas dari pengaruh para desainer kenamaan Indonesia. Sebutlah nama desainer beken seperti Oscar Lawalata, Merdi Sihombing, Stephanus Harny, dan desainer beken lainnya. Berkat ketekunan dan ketelatenan para desainer ini dalam memperkenalkan kain tenun dalam setiap busana rancangan mereka sehingga kain tenun tak lagi menjadi benda keramat yang hanya disimpan dan dipergunakan acara-acara adat saja, tetapi juga bisa dipakai dalam berbagai kegiatan baik formal maupun non formal.

Perkembangan Kain Tenun Nusantara

Perkembangan Kain Tenun Nusantara

Lalu apa sajakah yang sudah dilakukan oleh para desainer kenamaan ini dalam upaya mereka mempopulerkan kain tenun? Simak ulasan berikut ini :

1. Oscar Lawalata

Siapa yang tak kenal Oscar Lawalata? Dia adalah salah satu perancang kenamaan Indonesia. Busana rancangan nya sudah sangat dikenal tak hanya di Indonesia saja tetapi juga sampai ke mancanegara.

Oscar Lawalata adalah salah satu perancang busana yang mempunyai ketertarikan pada kain tenun terutama kain tenun NTT. Oscar mempunyai impian mmbawa kain tenun ikat NTT ke pasar internasional. Maka pada tahun 2009, setelah Oscar memenangkan kompetisi yang bertajuk International Young Creative Entrepreneur (IYCE) di London, Oscar kemudian mengajak seorang perancang tekstil asal Inggris yang bernama Julia Miles untuk bekerja sama dalam proyek tenun NTT yang diberi nama Weaving the Future.

Usaha Oscar ini tidak main-main, dia menggunakan semua uang yang dia menangkan dalam IYCE untuk membayar jasa Miles. Oscar menunjuk Miles bukanlah tanpa alasan, Miles merupakan perancang tekstil yang sudah puluhan tahun menjadi pemasok kain untuk rumah mode dunia seperti Calvin Klein, Donna Karan, Chanel, Vera Wang, Giles dan Thakoon. Dia berharap pengalaman dan nama besar Miles dapat membantunya dalam memperkenalkan proyek Weaving the Future miliknya.

Awalnya Oscar membawa Miles ke sentra tenun di Kupang. Miles menemukan bahwa tenun yang diproduksi di Kupang ternyata lebih halus dan tipis, namun sayangnya kain ini sulit untuk diproduksi karena memakan waktu yang lama. Akhirnya Oscar mengajak Miles pergi ke pabrik tenun sutra di Garut, Jawa Barat. Disini, Oscar bereksperimen dengan kain tenun. Keoptimisan Oscar membawa hasil yang positif , kain tenun bisa menembus pasar internasional dan mulai dikenal di Mancanegara. Usaha nya tak berhenti sampai disitu, Oscar semakin giat dalam menciptakan busana yang mengunakan kain tenun agar kain tenun semakin diminati.

2. Merdi Sihombing

Merdi Sihombing mungkin tak setenar Oscar Lawalata, tapi kiprahnya dalam dunia kain tenun tak dapat pungkiri. Jika Oscar lebih tertarik pada kain tenun ikat NTT, Merdi Sihombing mempunyai ketertarikan pada kain dari daerah dimana dia berasal yaitu Sumatera utara. Ya, Merdi Sihombing merupakan perancang busana yang menggunakan kain ulos dalam busana rancangannya dengan tujuan agar kain ulos lebih dekat dan dikenal masyarakat.
Ulos dalam bahasa Batak berarti kain. Biasany dihadiahkan kepada anak, sanak saudara, dan tamu atau orang luar. Ulos memiliki peran pemberi kehidupan dalam setiap ritual siklus kehidupan keluarga Tapanuli. Sekarang ulos tak hanya mewakili orang Batak, tapi juga menjadi serat kehidupan lokal di Tanah Air.

Merdi melakukan eksplorasi terhadap ulos berbahan katun keras menjadi bahan sutra lembut, cantik, dan menarik. Bagi dia, ulos adalah simbol kreasi dan kesuburan. Proses menenun ulos adalah membuat suatu kreasi dan sebuah obyek yang baru melalui proses panjang yang penuh ekspresi.

Merdi meyakini ulos sebagai metafora yang tidak hanya waktu, tapi juga hasil penciptaan atau pembuahan. Misalnya anak yang baru lahir diberi ulos dan, bila meninggalkan dunia, jasadnya tertutup oleh ulos. Ulos memiliki beragam motif. Ada ulos ragi hotang, ulos ragidup, ulos sibolang, dan sebagainya.

3. Monique Soeriaatmadja

Jika Oscar dan Merdi adalah perancang yang populer di tahun 2000 an, Monique Soeriaatmadja adalah perancang berbakat generasi sekarang yang juga berperan besar dalam membawa kain tenun ke kancah mancanegara.

Monique telah berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa pada dunia wastra nusantara. Dia berhasil membawa kain tenun dalam ajang pagelaran busana internasional. Monique bersama SOE yang adalah brand fashion milikinya berhasil menampilkan busana rancangannya di Fashion Scout London Fashion Week pada bulan Februari 2018 yang lalu.

Dalam debut shownya di Fashion Scout London Fashion Week ini, Monique bersama SOE menampilkan 20 busana terbaru. Busana yang dibawa merupan kain tenun buatan pengrajin Indonesia yang sebagian besar dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Tak hanya perancang busana yang mempunyai peran dalam memperkenalkan dan mendekatkan kain tenun dimasyarakat. Pemerintah pun harus turut serta dalam upaya melestarikan kain tenun serta memperkenalkan kain tenun sebagai salah satu warisan budaya ke masyarakat sehingga perkembangan kain tenun di Indonesia dapat meningkat.

Salah satu cara mengembangkan tenun adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang tren atau perkembangan pasar bagi pelaku industri tenun. Hal ini ditujukan agar pengrajin tenun dapat memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang semakin beragam.

Selain itu, kepedulian terhadap kain tradisional amat sangat penting tertanam dalam diri setiap bangsa Indonesia. Namun, tidak sekadar itu, bentuk kepedulian juga perlu ditunjukkan dengan menggunakan dan mempromosikan berbagai jenis kain tradisional, salah satunya kain tenun.

Adanya kombinasi kain tenun dalam berpakaian merupakan salah satu upaya penting dalam memelihara kepedulian terhadap tenun. Selain itu, juga sekaligus dapat menjadi sarana promosi keelokan tenun di mata dunia. Alangkah baiknya jika dalam pertemuan kenegaraan atau acara acara penting, tenun dapat digunakan meski hanya sebagai aksesoris pelengkap.

Selain usaha-usaha diatas, salah satu cara yang dapat digunakan pemerintah agar masyarakat lebih mengenal kain tenun dan tak ragu untuk menggunakan kain tenun sebagai busana keseharian mereka adalah dengan memberlakukan aturan kain tenun sebagai pakaian dinas pada hari tertentu. Seperti batik yang sudah diberlakukan sebagai seragam hari tertentu secara nasional, penggunaan kain tenun pun dapat diberlakukan sebagai seragam dinas.

Memang sudah ada beberapa pemerintah daerah yang sudah memberlakukan aturan pemakaian kain tenun sebagai pakaian dinas, sebut saja Sumatera Utara yang memberlakukan pemakaian kain tenun setiao hari Jumat. Selain itu gubernur Sulawesi juga memberlakukan aturan bagi PNS untuk menggunakan kain tenun pada hari Kamis. Dengan campur tangan pemerintah ini diharapkan agar keberadaan kain tenun dapat terus dilestarikan. Selain melestarikan kain tenun sebagai budaya Indonesia, pemakaian kain tenun sebagai pakaian dinas juga dapat membantu meningkatkan perekonomian pengrajin tenun diberbagai daerah penghasil tenun.

Tentu saja agar masyarakat tidak malas dan tidak canggung dalam menggunakan kain tenun, perlu ada perbaikan dalam bahan dan model yang digunakan dalam pembuatan kain tenun dalam perkembangan fashion.

Dulu masyarakat malas menggunakan kain tenun karena kain tenun biasanya tebal dan panas. Tetapi sekarang pengrajin dan penenun lebih memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat. Solusinya adalah penggunaan benang yang lebih bagus sehingga membuat kain tenun tidak begitu tebal dan panas. Selain itu sekarang ini banyak perancang busana yang mengkombinasikan kain tenun dengan kain yang lain sehingga kain tenun menjadi produk fashion yang modis sehingga cocok apabila digunakan sehari-hari.

Demikianlah artikel tentang kain tenun nusantara dari masa ke masa. Semoga bermanfaat!

Bagikan informasi tentang Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa kepada teman atau kerabat Anda.

Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk Perkembangan Kain Tenun Nusantara Sebagai Warisan Kebudayaan dari Masa ke Masa

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 20%
Pesan Langsung
Kain Lurik LR 002

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Kain Lurik LR 002 Rp 140.000 Rp 175.000
Ready Stock / LR 002
Rp 140.000 Rp 175.000
Ready Stock / LR 002
OFF 20%
Pesan Langsung
Kain Tenun Lurik LR – 007

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Kain Lurik LR 007 Rp 140.000 Rp 175.000
Ready Stock / LR 007
Rp 140.000 Rp 175.000
Ready Stock / LR 007
OFF 18%
Pesan Langsung
Kain Tenun Endek Bali – ED 005

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Endek Bali ED 005 Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 005
Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 005
SIDEBAR