# Menyediakan Aneka Kain Ikat Khas Kota Jepara Mulai Dari Tenun Baron, Tenun Troso, Tenun Blanket, Tenun Lurik Dan Masih Banyak Lagi # Jaminan Bahan Dasar Tenun berkualitas Premium, Elegant Namun tetap memiliki harga yang terjangkau.
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Lebih Dekat Jenis Kain Tenun Ikat Nusantara

Mengenal Lebih Dekat Jenis Kain Tenun Ikat Nusantara

Diposting pada 3 May 2018 oleh Marcute | Dilihat: 454 kali

Mengenal Lebih  Dalam Sejarah, Perjalanan dan Proses pembuatan Kain Tenun Ikat Nusantara

Sejarah Kain Tenun Ikat – Tenun ikat adalah salah satu teknik yang menggunakan rintang warna. Kata ‘ikat’ berasal dari Bahasa Melayu berarti mengikat. Dinamakan tenun ikat karena pada proses pembuatannya ada bagian benang yang sengaja diikat agar tidak terkena warna pada saat pencelupan. Benag diikat kuat kuat dengan menggunakan serat alam yang dapat menahan pewarna agar tidak dapat menembus ke dalam serat-serat benang. Setelah proses pencelupan selesai, ikatan dilepas dan akan dihasilkan ragam hias berwarna putih di atas benang berwarna. Jenis-jenis tenun ikat antara lain tenun ikat lungsi, tenun ikat pakan dan tenun ikat ganda.

Kain Tenun Ikat Nusantara

Kain Tenun Ikat Nusantara

Sejarah Tenun Ikat di Indonesia

Tenun ikat merupakan salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak dulu. Konon teknik pembuatan dan ide-ide ragam hias tenun ikat banyak dipengaruhi oleh budaya asing yang dibawa oleh pedagang dari dataran Asia seperti India, Cina dan Persia, Mesir. Masyarakat pada waktu itu menyerap dan menafsirkan berbagai budaya asing yang datang dan menyilangkan dengan budaya yang sudah ada sehingga berkembang hingga pada tingkat yang lebih baik dari aslinya.

Teknik ikat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Jawa, dan di beberapa tempat lainnya. Ikat lungsi tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya di tanah Batak di Sumatra Utara; pulau Flores, Sumba, Roti, Sawu, Ndao, dan Timor di Nusa Tenggara Timur, di Kalimantan, terutama di daerah pedalaman, di Sulawesi di daerah Rongkong, Galumpang dan Donggala, dan di kepulauan Maluku di sebelah selatan seperti pulau Tanimbar dan Kisar. Sedangkan ikat pakan ditemukan di daerah Palembang di Sumatra Selatan, di Bangka di pesisir timur Sumatra, di Bali, Donggala di Sulawesi Tengah, di Sulawesi Selatan, dan di Gresik serta Lamongan di Jawa Timur. Ikat ganda, seperti telah disebutkan, hanya dibuat di Desa Tenganan di Bali Timur.

Tenun ikat bukan hanya selembar wastra biasa, namun memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat pembuatnya. Ikat dengan beragam warna dan simbol mencerminkan kehidupan masyarakat di mana wastra ikat tersebut digunakan.

Kain Tenun ikat NTT

Kain Tenun ikat NTT

Proses Pembuatan Tenun Ikat

Pekerjaan mengikat dan mencelup warna dilakukan sebelum proses menenun berlangsung. Kapas hasil panen yang sudah dibersihkan dari bijinya dan telah kering, kemudian dipukul-pukul agar mengembang, dan dipintal menjadi benang menggunakan alat yang sederhana. Benang hasil pintalan kemudian dipisahkan menjadi dua bagian, satu bagian digunakan

sebagai benang lungsi yang diatur secara vertikal pada alat tenun, dan bagian lainnya sebagai benang pakan, yang akan ditenun secara horizontal melewati benang lungsi. Benang lungsi atau pakan yang akan diberi hiasan dengan teknik ikat, diatur pada sebuah bingkai, biasanya berbentuk X dengan balok di bagian atas dan bawahnya, dan ragam hias diikatkan pada benang yang direntangkan di bingkai tersebut. Benang yang sudah diikat kemudian dicelup ke dalam larutan pewarna dan dikeringkan.

Ketika ikatan dilepas, akan muncul ragam hias berwarna putih (warna asli benang) di atas latar berwarna, karena hanya bagian yang tidak diikat yang dapat menyerap warna. Proses ini dapat diulang beberapa kali sesuai dengan kebutuhan, sehingga menghasilkan berbagi kombinasi warna yang diinginkan. Selanjutnya, benang yang sudah memiliki ragam hias siap digunakan; benang lungsi dijalin pada alat tenun, sedangkan benang pakan diatur pada teropong. Ketika benang lungsi sudah disusun pada alat tenun, ragam hias akan terlihat secara utuh; benang pakan berwarna tunggal dan tidak diberi hiasan. Sedangkan pada ikat pakan, benang lungsi tanpa hiasan diatur pada alat tenun dan benang pakan yang sudah diberi hiasan diatur pada teropong yang selanjutnya dianyamkan naik turun pada benang lungsi. Pada proses ini, ragam hias hanya akan terlihat ketika proses menenun telah selesai. Sebagai tambahan, dapat diberi hiasan berupa garis-garis dengan cara mengganti warna benang pakan atau lungsi yang tidak diikat secara bergantian.

Demikianlah informasi tentang sejarah dan persebarana kain tenun ikat serta bagaimana pembuatan kain tenun ikat. semoga bermanifaat. Terima kasih.

 


kata terkait,
harga kain tenun ikat, jual kain tenun ikat, kain tenun ikat, Kain tenun ikat nusantara, manfaat kain tenun ikat, pembuatan kain tenun ikat, persebaran kain tenun ikat, sejarah kain tenun ikat, sejarah tenun ikat, keindahan tenun ikat, kain tenun ikat, tenun jepara, tenun troso, perjalanan kain tenun, tenun ikat adalah,

 

Bagikan informasi tentang Mengenal Lebih Dekat Jenis Kain Tenun Ikat Nusantara kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Lebih Dekat Jenis Kain Tenun Ikat Nusantara | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk Mengenal Lebih Dekat Jenis Kain Tenun Ikat Nusantara

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 15%
Pesan Langsung
Kain Tenun Baron Jepara – BR 002

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Baron Jepara BR 002 Rp 182.000 Rp 215.000
Ready Stock / BR 002
Rp 182.000 Rp 215.000
Ready Stock / BR 002
OFF 15%
Pesan Langsung
Kain Tenun Baron Jepara – BR 007

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Baron Jepara BR 007 Rp 182.000 Rp 215.000
Ready Stock / BR 007
Rp 182.000 Rp 215.000
Ready Stock / BR 007
OFF 18%
Pesan Langsung
Kain Tenun Endek Bali – ED 006

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Endek Bali ED 006 Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 006
Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 006
SIDEBAR