# Menyediakan Aneka Kain Ikat Khas Kota Jepara Mulai Dari Tenun Baron, Tenun Troso, Tenun Blanket, Tenun Lurik Dan Masih Banyak Lagi # Jaminan Bahan Dasar Tenun berkualitas Premium, Elegant Namun tetap memiliki harga yang terjangkau.
Beranda » Artikel Terbaru » 5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali

5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali

Diposting pada 7 June 2018 oleh Marcute | Dilihat: 489 kali

5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali

Fakta Unik Kain tenun Bali – Mengagumi keindahan keindahan dan kemolekan pulau bali seolah-olah tak akan pernah ada habisnya. Yups, keindahan pulau dewata ini tidak hanya sebatas panorama dan lekuk menawan pantainya saja. Namun ternyata terdapat juga keagungan karya seni masyarakat bali yang sangat Indah. Salah satunya adalah Wastra atau Kain Tenun Endek. Kain Tenun ini seolah merangkum keindahan Alam khas Bali sekaligus sejarah keindahan karya para seniman religius mereka.

Kain Tenun Endek sering dijumpai di Bali dalam bentuk kain panjang, sarung, dan selendang, atau yang sering disebut dengan anteng. Bentuk sarung lazim dipakai oleh para laki-laki. Dengan ciri mempunyai sambungan pada bagian tengah atau sampingnya. Sedangkan Kain Tenun Endek berbentuk kain panjang dipakai oleh kaum hawa. Dengan ciri mempunyai motif ragam hias ikat yang menghias bagian pinggir kain. Pada bagian tengah kain berwarna polos. Sejalan dengan perkembangannya, ditemukan banyak variasi, sepertibragam hias juga dibuat pada bidang tengah kain selain pada jalur hiasan pinggir.

Pembuatan Tenun Endek merupakan sebuah rangkaian proses kreatif yang memadukan unsur seni, kreativitas, teknik pewarnaan, dan inovasi. Keempat hal tersebut sangatlah penting untuk menghasilkan Kain Tenun Endek yang mempunyai kualitas tinggi. Tak hanya itu pengrajin karya tenun ini haruslah mempunyai keterampilan dan ketelitian serta membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengerjaannya.

Fakta Unik Kain Tenun Endek Bali

Fakta Unik Kain Tenun Endek Bali

Di balik keindahan kain tenun endek khas pulau dewata ini, ternyata menyimpan beberapa fakta yang sangat unik dalam sejarah lahirnya kain tenun endek bali. Apa saja itu? Simak artikel yang telah kami susun ini untuk mengetahuinya.

1. Asal Muasal Nama

Apabila pemberian nama suatu benda atau barang biasanya mengacu pada: asal muasalnya, daerah kelahirannya, fungsinya atau nama penemunya. Tidak demikian dengan nama Endek. Nama itu berasal dari bahasa setempat yaitu “gendekan” atau “ngendek” yang berarti diam atau tetap, tidak berubah warnanya (Adnyana, Wawancara, 2015). Sebutan tersebut muncul ditengah proses pembuatannya, yaitu pada saat diikat dan kemudian dicelup, benang yang diikat warnanya tetap atau tidak berubah atau di Bali disebut “ngendek”.

2. Mempunyai Sifat Mistis

Sebagaimana kita tahu, di Bali, kain tidak hanya dipakai sebagai penutup tubuh atau pakaian saja. Namun kain juga digunakan untuk menghias tempat-tempat upacara di pura, rumah maupun di pusat desa. Masyarakat Bali mempercayai ada kain tertentu yang dapat berfungsi sebagai penolak bala, misalnya kain tenun endek asli seperti endek gringsing, endek cepuk dan endek bebali. Contoh upacara yang menggunakan kain bebali sebagai unsur ritualnya adalah upacara nelu bulanan dan ngaben. Kain endek bali juga biasa digunakan dalam pementasan kesenian tradisional.

Ada pula yang menyebutkan bahwa beberapa jenis ragam hias Tenun Endek memiliki fungsi sebagai penangkal bahaya wabah penyakit atau kematian. Kepercayaan tersebut diyakini secara turun temurun. Contohnya adalah motif Gringsing Isi dan Sanan Empeg adalah dua diantaranya. Kain Tenun Endek bermotif gringsing diyakini dapat digunakan sebagai penangkal wabah penyakit. Apabila digunakan sebagai penangkal (pasikepan) tidak harus dipakai kamben, namun bisa juga dalam bentuk kain sobekan kecil. Asalkan sobekan tersebut tepat pada bagian motif yang disakralkan.

Apabila Anda menginginkan informasi lebih banyak dan detil tentang motif Kain Tenun Endek, Anda dapat membacanya pada artikel kami yang berjudul – Macam dan Motif Kain Tenun Endek

3. Motif Terlarang

Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang tidak dapat terlepas dari upacara adat. Dari matahari muncul sampai tenggelam, orang Bali terikat menjalankan kegiatannya. Begitulah siklus hidup masyarakat Bali. Upacara adat ataupun keagamaan tesebut adalah hal yang dianggap sakral, termasuk peranti dalam menjalankannya, dalam hal ini Kain Tenun Endek. Kain Tenun Endek dengan motif tertentu hanya diperbolehkan untuk upacara-upacara adat atau kalangan tertentu

4. Lama Pembuatan

Salah seorang sumber mengatakan bahwa teknik ikat yang berkembang di Bali adalah teknik single ikat pada benang pakan dan double ikat pada kedua benang yaitu lusi dan pakan. Tak heran untuk membuat satu motif Kain Tenun Endek saja membutuhkan waktu yang cukup lama dalam produksinya. Pembuatan Tenun Endek merupakan sebuah rangkaian proses kreatif yang memadukan unsur seni, kreativitas, teknik pewarnaan, dan inovasi. Keempat hal tersebut sangatlah penting untuk menghasilkan lembaran Kain Tenun Endek yang berkualitas tinggi. Tak hanya itu pengrajin karya tenun ini haruslah mempunyai keterampilan, ketelitian dan waktu yang cukup lama dalam pengerjaannya.

Untuk membuat satu helai Kain Tenun Endek normalnya dibutuhkan waktu minimal satu bulan pengerjaan. Beberapa jenis Tenun Endek bermotif Gringsing bahkan membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun dalam pengerjaannya.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih banyak dan lebih detail tentang tenun Gringsing, Anda dapat membacanya pada artikel kami yang berjudul – Tenun Gringsing, Kain Bernilai Tinggi Yang Penuh Mistis.

5. Memiliki segudang simbol dan pemaknaan

Kain (sering disebut wastra dalam bahasa Bali) mempunyai peranan penting selain sebagai penutup tubuh semata. Kain tenun juga dipakai dalam upacara-upacara adat dan keagamaan. Sehingga motif-motif tenun mempunyai fungsi dan makna tertentu. Misalnya seperti yang disimbolkan pada siklus hidup masyarakat Bali

Kain Tenun Endek selain dipergunakan sebagai pakaian juga dapat dipergunakan sebagai simbol ikatan tali persaudaraan (menyama braya) dan cindera mata kepada teman maupun kerabat. Bahkan dalam lingkungan masyarakat sekitar kain tenun ini juga dipinjamkan antar tetangga. Sebagai catatan benda lain yang umum untuk pinjam meminjam dalam masyarakat Bali hanyalah kemben.

Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang taat dalam menjalankan ibadahnya. Upacara-upacara rutin dilakukan sepanjang hari dari matahari muncul sampai tenggelam. Sebagaimana diketahui, terdapat 5 jenis upacara keagamaan penting di Bali, atau sering disebut sebagai Panca Yadnya. Yaitu: Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Butha Yadnya. Dewa Yadnya adalah upacara-upacara kepada manifestasi Tuhan. Pitra Yadnya adalah upacara untuk roh leluhur, baik berupa kematian maupun penyucian. Manusa Yadnya adalah upacara siklus hidup manusia dari masa kehamilan sampai menikah. Rsi Yadnya adalah upacara untuk pentasbihan seorang pendeta. Sedangkan Butha Yadnya adalah upacara yang diadakan untuk butha dan kala atau roh pengganggu manusia. Kain Tenun Endek adalah kain yang dipergunakan dalam banyak upacara-upacara penting adat dan keagamaan masyarakat Bali tersebut. Hal itu akibat Kain Tenun Endek sarat makna dan simbol-simbol didalamnya. Banyak simbolisme tentang, manusa (manusia), dewa, tokoh pewayangan, fauna, dll. dalam motif-motifnya.

 

Bagikan informasi tentang 5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali kepada teman atau kerabat Anda.

5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk 5 Fakta Unik Di Balik Kain Tenun Endek Khas Bali

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 30%
Pesan Langsung
Kain Tenun Bulu Sutra BST002

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 950.000 Rp 1.350.000
Ready Stock / BST002
Rp 950.000 Rp 1.350.000
Ready Stock / BST002
OFF 18%
Pesan Langsung
Kain Tenun Endek Bali ED 001

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Endek Bali ED 001 Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 001
Rp 185.000 Rp 225.000
Ready Stock / ED 001
OFF 15%
Pesan Langsung
Kain Tenun Kamen – KM 007

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Tenun Kamen KM 007 Rp 72.000 Rp 85.000
Ready Stock / KM 007
Rp 72.000 Rp 85.000
Ready Stock / KM 007
SIDEBAR